Selasa, 21 Januari 2014

STATUS KESEHATAN YANG MEMPENGARUHI KEHAMILAN



Kondisi kesehatan sangat penting dalam kehamilan, baik kondisi kesehatan sebelum atau selama kehamilan. Kehamilan dapat lebih berbahaya lagi jika wanita tersebut sedang sakit. Kesehatan ibu selama hamil akan mempengaruhi kehamilannya dan mempengaruhi tumbuh kembang zygote, embrio dan janin termasuk keabnormalan formasi. Serangan penyakit sebelum dan selama kehamilan yang dapat membahayakan janin terbagi atas dua kategori utama yaitu penyakit umum seperti diabetes mellitus, hypermesis gravidarum, anemia berat, penyakit ginjal berat dan penyakit menular seksual.
Selama kehamilan seorang wanita mengalami perubahan secara fisik seperti uterus akan membesar karena di dalamnya telah tumbuh janin, tentunya dengan adanya perubahan tersebut keadaan kesehatan ibu akan berubah pula karena tubuh ibu dipersiapkan untuk mendukung perkembangan dari kehidupan yang baru dan untuk menyiapkan janin hidup di luar kandungan. Keadaan ini dapat diperberat dengan adanya status yang buruk atau penyakit yang diderita klien seperti penyakit jantung, asma, dan diabetes. Status kesehatan dapat diketahui dengan memeriksakan kehamilannya dengan pelayanan kesehatan terdekat.
Penyakit jantung dapat memperberat kehamilannya karena jantung yang tidak normal tidak dapat menyesuaikan kerjanya terhadap perubahan fisiologis seperti hipervolemia serta terdesaknya jantung dan diafragma karena pembesaran rahim. Oleh karena itu, dapat dipahami bahwa kehamilan dapat memperbesar atau memperberat penyakit jantung bahkan menyebabkan payah jantung (dekompensasi kordis). Pengaruh penyakit jantung pada kehamilan  adalah dapat menyebabkan terjadinya abortus, prematuritas, dismaturitas, lahir mati, dan IUFD.
Penyakit asma sering merupakan penyakit keturunan, diagnosis biasanya mudah didapat karena ibu tersebut telah sering berobat kepada dokter atau pengobatan nonmedis. Asma dapat berkurang atau bertambah dalam kehamilan, kehamilan akan berlangsung tanpa gangguan kecuali apabila sering kambuh. Jika ibu sering mengalami sesak napas, janin akan kekurangan oksigen hingga menghambat proses tumbuh kembangnya. Oleh karena itulah ibu hamil harus berupaya agar asmanya tidak kambuh dan apabila kambuh dapat diberikan obat-obatan atau oksigen setelah berkonsultasi dengan dokter.
Ibu hamil rawan mengalami kenaikan kadar gula darah yang tidak pernah dialami sebelum hamil. Gangguan ini juga bisa dialami ibu hamil yang sebelumnya tidak punya riwayat diabetes. Gejala diabetes terhadap kehamilan dapat menyebabkan janin mengalami kelainan kongenital, partus prematurus, hidramnion, preekalmsia, kelainan letak janin, dan insufisiensi plasenta.
Beberapa hal yang mempengaruhi status kesehatan wanita adalah
·         Riwayat penggunaan obat-obatan
·         Riwayat penyakit yang pernah atau sedang dialami (penyakit kronis, penyakit infeksi, riwayat kecelakaan, riwayat operasi)
·         Riwayat melakukan transfuse darah
·         Imunisasi
Kesehatan ibu pada masa sebelum hamil akan mempengaruhi kehamilannya dan kesehatan ibu pada masa hamil akan mempengaruhi performance persalinannya serta masa nifas.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar